<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>kusnadi assaini, nchus</title>
	<atom:link href="http://nchus.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nchus.wordpress.com</link>
	<description>Kisahku untukmu</description>
	<lastBuildDate>Fri, 02 Nov 2007 14:03:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='nchus.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>kusnadi assaini, nchus</title>
		<link>http://nchus.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://nchus.wordpress.com/osd.xml" title="kusnadi assaini, nchus" />
	<atom:link rel='hub' href='http://nchus.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Surat Cinta#5</title>
		<link>http://nchus.wordpress.com/2007/10/06/surat-cinta5/</link>
		<comments>http://nchus.wordpress.com/2007/10/06/surat-cinta5/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Oct 2007 09:43:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nchus</dc:creator>
				<category><![CDATA[SURAT CINTA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nchus.wordpress.com/2007/10/06/surat-cinta5/</guid>
		<description><![CDATA[inilah aku&#8230;. yang selalu malu ketika bertemu dirimu yang selalu tertunduk saat engkau tatap diriku yang selalu bahagia kala engkau hadir yang selalu rindu saat engkau telah pergi inilah aku&#8230; tak ada kata saat disampingmu tak ada daya saat bersamamu Sahabat&#8230;.. begitulah kiranya perasaanku saat ini, perasaan yang mungkin tak dapat aku pungkiri. kadang ingin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nchus.wordpress.com&amp;blog=1850346&amp;post=24&amp;subd=nchus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>inilah aku&#8230;.<br />
yang selalu malu ketika bertemu dirimu<br />
yang selalu tertunduk saat engkau tatap diriku<br />
yang selalu bahagia kala engkau hadir<br />
yang selalu rindu saat engkau telah pergi</p>
<p>inilah aku&#8230;<br />
tak ada kata saat disampingmu<br />
tak ada daya saat bersamamu</p>
<p>Sahabat&#8230;..<br />
begitulah kiranya perasaanku saat ini, perasaan yang mungkin tak dapat aku pungkiri. kadang ingin rasanya aku mencurahkannya. tapi sekali lagi tak kuasa aku untuk mengatakan semua itu.<br />
Mungkin pernah engkau berfikir jenis lelaki macam apakah diriku ini yang &#8220;takut&#8221; terhadap perasaannya sendiri. kenapa masih ada lelaki yang berani hanya lewat email atau sms saja. kenapa juga masih ada lelaki yang masih malu ketika bertemu wanita. tidak kah engkau berfikir seperti itu? tapi sahabtku, inilah aku&#8230;.</p>
<p>sahabat&#8230;<br />
ingin rasanya aku pergi ke sebuah tempat yang paling tinggi sedunia lalu aku berteriak sekencang-kencangnya:<br />
AKUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU U&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. MENCINTAIMUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU UUUU&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;<br />
lalu aku pun tertunduk lesu dan menangis, dalam hati aku berkata &#8220;mengapa aku lakukan seperti ini, bisakah aku membahagiakannya ketika dia sudah bersamaku.&#8221; tangisanku semakin menjadi dan aku pun berteriak kembali: &#8220;AKU&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; MENCINTAIMUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. &#8230;..<br />
lalu aku pun rubuh dan aku tak sadarkan diri.<br />
tapi sahabatku,betapa bahagianya ketika aku siuman karena engkau sudah disampingku, kulihat senyumanmu. lalu kau ulurkan tanganmu dan berkata: &#8220;mari kita arungi kehidupan ini berdua jangan kau takutlagi karena aku sekarang telah bersamamu.&#8221; lalu aku pun bangkit dengan penuh tenaga-penuh harapan karena kini aku telah bersamamu.</p>
<p>tapi sahabatku&#8230;..<br />
ketika aku pingsan karena merindukan cintamu dan seandainya engkau tidak datang saat itu mungkinkah aku masih bisa hidup?</p>
<p>sahabat&#8230;<br />
kini semua kebahagiaanku, keceriaanku, kekuatanku ada pada jawabanmu.</p>
<p>sembari menunggu jawabanmu, aku akan pergi kesuatu tempat dimana hanya aku dan Allahlah yang tau.</p>
<p>Wassalam</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nchus.wordpress.com/24/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nchus.wordpress.com/24/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nchus.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nchus.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nchus.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nchus.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nchus.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nchus.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nchus.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nchus.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nchus.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nchus.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nchus.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nchus.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nchus.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nchus.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nchus.wordpress.com&amp;blog=1850346&amp;post=24&amp;subd=nchus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nchus.wordpress.com/2007/10/06/surat-cinta5/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e84548ebcccb41ae8122bd83099d6cdd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nchus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Surat Cinta #4</title>
		<link>http://nchus.wordpress.com/2007/10/06/surat-cinta-4/</link>
		<comments>http://nchus.wordpress.com/2007/10/06/surat-cinta-4/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Oct 2007 09:42:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nchus</dc:creator>
				<category><![CDATA[SURAT CINTA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nchus.wordpress.com/2007/10/06/surat-cinta-4/</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu’alaikum Warahmatullahi wabaraktuh Ukhti Rose …. Rangkaian kata yang ukhti tulisan dalam surat itu, seakan membawaku ke dunia baru, sungguh indah apa yang engkau tuliskan itu. Namun sesekali air mataku tak bisa tertahankan. Malam itu semua makhluk Allah pun terdiam dan menatapku penuh iba. Mereka membiarkan aku menangis. Menangisi seseuatu yang memang harus aku tangisi. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nchus.wordpress.com&amp;blog=1850346&amp;post=23&amp;subd=nchus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu’alaikum Warahmatullahi wabaraktuh</p>
<p>Ukhti Rose ….</p>
<p>Rangkaian kata yang ukhti tulisan dalam surat itu, seakan membawaku ke dunia baru, sungguh indah apa yang engkau tuliskan itu. Namun sesekali air mataku tak bisa tertahankan. Malam itu semua makhluk Allah pun terdiam dan menatapku penuh iba. Mereka membiarkan aku menangis. Menangisi seseuatu yang memang harus aku tangisi. Hingga aku pun tak sadarkan diri.</p>
<p>Ukhti rose yang di sayang Allah…<br />
Kini aku telah sadar betapa indah jika kita memiliki cinta, namun cinta tak harus memiliki karena dengan menjadi seorang teman kita sudah mempunyai cinta. Karenanya ijinkanlah aku menjadi salah satu temanmu, teman yang saling berbagi, saling menasehati ketika salah satu dari kita berbuat khilaf. Tentu ini semua kita niatkan untuk mendapatkan ridha dari-Nya sehingga persaudaraan ini akan berujung pada kebahagiaan di dunia maupun di akhirat.</p>
<p>Ukhti rose yang di rahmati Allah…<br />
Betapa bahagia bisa mendapatkan teman sepertimu, karena sungguh di lingkungan aku saat ini sangat susah mendapatkan teman yang ketika aku lalai kepada-Nya dia akan mengingatkanku. Aku percaya semua kegelisahan, keresahan akan terobati karena hadirnya seorang teman. Dan ukhti adalah teman sejatiku.</p>
<p>Betapa Alloh memuliakan perasaan cinta orang-orang yang beriman, yang dengan cinta itu mereka berpadu dalam dakwah dan tolong menolong dalam kebaikan, yang dengan cinta itu mereka menghiasi bumi dan kehidupan diatasnya. Dan dengan itu semua Alloh berkahi dengan lahirnya anak-anak sholeh yang memberatkan bumi dengan kalimat Laa Illaha Illalloh Semoga</p>
<p>Syukron katsir dan keep ukhuwah!</p>
<p>Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh</p>
<p>Nchus Assaini</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nchus.wordpress.com/23/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nchus.wordpress.com/23/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nchus.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nchus.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nchus.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nchus.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nchus.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nchus.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nchus.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nchus.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nchus.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nchus.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nchus.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nchus.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nchus.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nchus.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nchus.wordpress.com&amp;blog=1850346&amp;post=23&amp;subd=nchus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nchus.wordpress.com/2007/10/06/surat-cinta-4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e84548ebcccb41ae8122bd83099d6cdd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nchus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Surat Cinta #3</title>
		<link>http://nchus.wordpress.com/2007/10/06/surat-cinta-3/</link>
		<comments>http://nchus.wordpress.com/2007/10/06/surat-cinta-3/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Oct 2007 09:41:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nchus</dc:creator>
				<category><![CDATA[SURAT CINTA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nchus.wordpress.com/2007/10/06/surat-cinta-3/</guid>
		<description><![CDATA[Bismillahirahmanirrahiiim…. Assalamu’alaikum… Segala puji dan puja hanya untuk Allah yang telah menciptakan mahluknya berpasang-pasangan. Sholawat dan salam terhatur untuk junjungan kita bersama-Rasulullah saw, moga kita semua mendapat syafaat darinya di hari kiamat nanti, amiin. Sebelum aa menjawab atau menanggapi ada baiknya ade membaca kisah ini dulu. Tersebutlah ada dua tim pendaki gunung yang akan mendaki [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nchus.wordpress.com&amp;blog=1850346&amp;post=22&amp;subd=nchus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillahirahmanirrahiiim….</p>
<p>Assalamu’alaikum…</p>
<p>Segala puji dan puja hanya untuk Allah yang telah menciptakan mahluknya berpasang-pasangan. Sholawat dan salam terhatur untuk junjungan kita bersama-Rasulullah saw, moga kita semua mendapat syafaat darinya di hari kiamat nanti, amiin.</p>
<p>Sebelum aa menjawab atau menanggapi ada baiknya ade membaca kisah ini dulu.</p>
<p>Tersebutlah ada dua tim pendaki gunung yang akan mendaki sebuah gunung tinggi yang diselimuti oleh salju. Menurut kabar berita, di puncak gunung tersebut terdapat sesuatu yang kita inginkan. Sehingga banyak orang-orang yang ingin mendakinya termasuk dua tim pendaki ini.</p>
<p>Tim A dan tim B, begitulah kita sebut mereka. Setiap tim mempunyai 2 orang pendaki dan mereka dibekali peralatan yang memadai. Mereka dipersilahkan mendaki gunung tersebut dengan caranya masing-masing.</p>
<p>Sebelum berangkat mereka tengah berdiskusi mengenai caranya dan agar lebih cepat sampai ke puncak gunung tersebut. Tim A punya komitmen, yaitu mereka jalan aja dulu tanpa ada tujuan yang pasti-pokoknya mereka jalan/mendaki dulu dengan tanpa tujuan apa yang akan dicapai setelah mereka naik ke puncak gunung. Dan mereka tidak memperhitungkan waktu perjalanan dan apa hambatannya dan tentunya solusi buat hambatan tersebut. Singkatnya, mereka hanya berjalan tanpa kepastian yang jelas yang penting jalan aja dulu, begitulah komitmen mereka.</p>
<p>Beda halnya dengan pendaki tim B, mereka sangat matang sekali dalam perencanaannya. Ada juga tujuan yang dicapai setelah berhasil ke puncak gunung. Bahkan mereka berjanji akan saling membantu dalam menghadapi segala rintangan pendakiannya. Dan waktu pendakiaan pun mereka sudah tetapkan, disesuaikan dengan perbekalan yang ada. Mereka hanya ingin perjalanannya tidak sia-sia. Dengan perencanaan itu mereka sangat siap dan mereka yakin puncak gunung tersebut bisa ditaklukkan tentunya dengan kerja sama.</p>
<p>Singkat cerita, berangkatlah dua tim itu. Dalam waktu yang telah di tentukan tim B telah berhasil naik kepuncak gunung tersebut dan mereka sangat berbahagia sekali. Kini mereka telah kembali ke bawah dengan membawa keberhasilan yang sangat puas. Walau keberhasilan itu mereka lalui dengan berbagai macam rintangan dan cobaan tapi sungguh semua itu bisa mereka lalu karena saling berkomitmen dari awal untuk kerja sama dan tentunya mereka mempunyai misi dan visi yang sama pula.</p>
<p>Berbeda dengan tim pendaki A. Mereka tidak berhasil naik ke puncak gunung tersebut. Ini disebabkan karena egonya masing-masing. Bahkan dalam pendakian pun mereka sering bertengkar. Ada saja yang mereka pertengkarkan. Kini pendakian mereka hanyalah sebuah kesia-sian belaka, penyesalan yang tiada akhir yang kini mereka rasakan. Kenapa semuanya tidak mereka rencanakan, kenapa meraka hanya berkomitmen ”jalan aja dulu” padahal kata-kata itu sungguh tidak bisa dipertanggung jawabkan.</p>
<p>Ade yang di sayang Allah,&#8230;</p>
<p>Sengaja aa memberikan cerita ini, dengan harapan kita bisa mengambil sebuah kesimpulan dan pelajaran dari kisah ini. Bahwa perjalanan sebuah ’hubungan’ itu bisa kita ibaratkan mendaki sebuah gunung.</p>
<p>Aa melihat dari kata-kata ade di surat, ade lebih memilih menjadi tim A. Semuanya hanya direncanakan dengan ”jalani’ aja dulu. Aa ingin bertanya, apakah ketika kita ingin kuliah, adakah tujuan yang ingin dicapai? Atau kita hanya berujar kuliah aja dulu, mo sukses mo ga itu urusan nanti? Tidak&#8230; tidak de&#8230; sungguh itu sangat salah., memang kita hanya berusaha dan Allah yang menentukan hasilnya. Tapi ingat Allah maha tahu, maha pemurah dan Dia ga bakalan menyia-nyiakan usaha kita. Allah selalu menghargai setiap usaha seseorang.</p>
<p>Begitu juga dengan hubungan ini, apakah kita hanya ingin menjalani ini saja tanpa tujuan yang pasti tanpa waktu yang di tentukan? Sungguh aa sangat tidak mau, aa hanya khawatir aa kan mengalami apa yang telah di alami oleh tim A tadi. Penyesalan yang tiada henti.</p>
<p>De&#8230;.<br />
Aa pernah bilang, khan, aa akan mencintai seseorang sepenuh hati selama dia memberikan cintanya itu juga. Tapi kalau setengah-setangah atau masih ada keraguan walau sedikit, lebih baik ga usah diteruskan. Aa khawatir ada satu pihak yang akan dirugikan. Mungkin hari ini kita tidak akan merasakan, tapi nanti mungkin akan terjadi.</p>
<p>Aa tekankan, jika ade tidak mencintai aa atau masih ragu terhadap cinta aa, lebih baik ga usah saja. Enaknya, kita saling koreksi diri sendiri aja.</p>
<p>Sungguh aa ga setuju dengan pernyataan ade yang membolehkan aa menikah dengan orang lain ketika ada wanita yang aa taksir selama kita berhubungan. Lalu siapa ade selama ini, kekasih, teman atau sekadar kenalan? Sungguh naif sekali yang aa lakukan kalau seandainya itu terjadi.</p>
<p>Sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya kita pikirkan lagi. Sungguh aa ga akan memaksa ade tuk mencintai aa-Demi Allah. Kalau memang ade ga suka, katakan saja, toh itu lebih baik dari pada aa mencintai seseorang yang dianya tidak mencintai aa. Naudzubillah.</p>
<p>Maafkan, aa sungguh ga mau menjalani hubungan ini dengan cara seperti yang ade utarakan. Lebih baik, biarkanlah aa berdiam diri disini. Aa hanya berkeinginan mempunyai pasangan hidup yang konsisten dengan ucapannya. Konsisten dengan hatinya dan pendiriannya. Seorang wanita yang ketika aa tinggalkan, aa merasa tenang karena ia menjaga kehormatannya. Seorang wanita yang tidak akan memberikan hatinya kepada orang selain orang yang dikasihinya.  .</p>
<p>Sekarang setelah ade membaca surat ini dan ade tetap dalam pendirian ade untuk menjadi tim A. Aa mohon maaf, aa ga bisa ikut dalam tim ade tersebut. Silahkan ade mencari lelaki lain yang siap diajak sperti itu. Sungguh, aa ga bisa ikut/melakukan itu. Khawatir salah satu pihak tersakiti, karena aa percaya siapa saja yang telah menyakiti saudaranya maka ia akan mendapatkan setimpal dengan apa yang ia berikan kepada saudaranya itu. Makanya Rasulullah jauh-jauh hari sudah mengingatkan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak amalnya untuk orang lain. Aa hanya percaya, apa yang aa tanam itulah yang aa akan panen. Setiap kejahatan yang aa tanam maka kejahatan pula yang akan aa terima, begitu juga sebaliknya jika aa tanam kebaikan maka kebahagian lah yang aa akan dapatkan baik di dunia maupun di akhirat.</p>
<p>Sekali lagi, maafkan aa. Jika ade berkenan mempertimbangkan hendak ikut ke tim B, aa akan senang hati mengajaknya. Silahkan hubungi aa kapan aja.</p>
<p>Melalui surat ini pula, aa mohon maaf jika selama hubungan ini aa sering melakukan kesalahan dan terima kasih atas semua perhatian yang ade berikan selama ini.</p>
<p>Biarlah aa pergi mengalah dengan membawa cinta di dada. Walau terlanjur aa sudah begitu menyayangi ade. Mudah-mudahan aa bisa cepat melupakannya. Moga dengan kepergian aa, ade merasa bahagia dan tidak merasa terganggu lagi. Ga ada lagi telpon ketika malam, yang itu semua hanya menganggu ade. Ga ada lagi orang yang suka bercerita sebuah kisah ketika berduaan dengan ade. Insya Allah aa tidak akan pernah lagi mengganggu ade dan aa akan berusaha tetap hidup dengan semua harapan-harapan besar aa. Walau kini wanita yang aa ajak tuk mencapainya sudah tidak disamping aa lagi. Biarlah harapan-harapan itu aa wujudkan dengan sendirian saja. Moga pertemuan dan perpisahan kita semuanya mendapat ridha dari Allah swt.</p>
<p>Terima kasih atas nasihat-nasihat ade yang kini aa sudah tinggalkan namun aa melakukannya lagi, maafkan. Salam untuk mamah, ayah dan semua adik-adik ade. Sampaikan kepada mereka permohonan maaf aa jika selama aa disana sering melakukan kesalahan dan khilaf juga terima kasih atas semua perhatian yang telah di berikan kepada aa. Sungguh aa sangat senang mengenal ade dan keluarga ade. Terima kasih.</p>
<p>Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Aa sayang ade.</p>
<p>Kusnadi ‘Nchus’ Assaini</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nchus.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nchus.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nchus.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nchus.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nchus.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nchus.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nchus.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nchus.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nchus.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nchus.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nchus.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nchus.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nchus.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nchus.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nchus.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nchus.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nchus.wordpress.com&amp;blog=1850346&amp;post=22&amp;subd=nchus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nchus.wordpress.com/2007/10/06/surat-cinta-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e84548ebcccb41ae8122bd83099d6cdd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nchus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Surat Cinta #2</title>
		<link>http://nchus.wordpress.com/2007/10/06/surat-cinta-2/</link>
		<comments>http://nchus.wordpress.com/2007/10/06/surat-cinta-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Oct 2007 09:39:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nchus</dc:creator>
				<category><![CDATA[SURAT CINTA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nchus.wordpress.com/2007/10/06/surat-cinta-2/</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh Puji syukur hanya untuk Allah… yang telah memberikan berbagai nikmat kepada kita —yang jumlahnya takkan mampu kita hitung. Sholawat dan salam terhatur kepada Nabi Muhammad saw, junjungan kita semua, semoga kita senantiasa berusaha mencintainya dengan melaksanakan sunah-sunahnya. Amin. Suatu malam… Kala semua orang tertidur lelap, aku bangun bermunajat kepada Allah… Waktu itu, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nchus.wordpress.com&amp;blog=1850346&amp;post=21&amp;subd=nchus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh</p>
<p>Puji syukur hanya untuk Allah…<br />
yang telah memberikan berbagai nikmat kepada kita<br />
—yang jumlahnya takkan mampu kita hitung.<br />
Sholawat dan salam terhatur kepada Nabi Muhammad saw,<br />
junjungan kita semua, semoga kita senantiasa berusaha<br />
mencintainya dengan melaksanakan sunah-sunahnya. Amin.</p>
<p>Suatu malam…<br />
Kala semua orang tertidur lelap, aku bangun bermunajat kepada Allah…<br />
Waktu itu, hati ini begitu gelisah…<br />
Hanya suara batinku yang terdengar di tengah angin malam.<br />
Selesai sholat, seperti biasa aku berdo’a:<br />
“Semoga aku bisa mendapatkan pendamping dan<br />
menemaninya mengarungi hidup, menjadikannya lebih kuat…<br />
Bersama,  kita akan selalu mengingatkan<br />
agar kita selalu  dekat kepada-Nya,<br />
Berdua, kita akan mendidik anak-anak menjadi<br />
seorang muslim yang mengenal Rabb-nya…</p>
<p>Setelah itu aku pun tertidur.</p>
<p>Siang hari, saat waktu istirahat, tak sengaja aku melihatmu<br />
di antara keramaian orang yang lalu lalang.<br />
Entahlah, mengapa aku begitu memperhatikan dirimu<br />
yang memang tampak berbeda dengan orang kebanyakan.<br />
Dalam hati aku sempat berkata:<br />
“Inikah seseorang yang Allah sengaja kirimkan kepadaku,<br />
seorang wanita yang aku mintakan di setiap do’a2 malamku.”</p>
<p>Aku pun hanya tersenyum.</p>
<p>Aku tahu, pandangan pertama adalah karunia. Dan sungguh,<br />
aku tak mampu untuk memalingkan sedikit pun tatapan ini.<br />
Aku tak tau apakah pesonamu yang memikat…<br />
atau memang akalku yang telah tiada…</p>
<p>Wahai engkau yang aku kagumi…<br />
Ingin rasanya aku berkenalan denganmu,<br />
bertanya tentang namamu, tempat tinggalmu atau apa saja tentang dirimu.<br />
Tapi sungguh aku tak mampu, sehingga aku hanya bisa menatapmu<br />
dari kejauhan dan berujar masya Allah,<br />
karena sungguh Allah telah menciptakanmu dengan begitu sempurna<br />
terlebih engkau terbalut dengan pakaian yang menutup seluruh auratmu.</p>
<p>Aku pun kembali tersenyum.</p>
<p>Wahai engkau yang aku kagumi……<br />
Bolehkah aku berkenalan denganmu, menjadi salah satu temanmu?<br />
Kiranya aku akan merasa bahagia sekali jika engkau berkenan<br />
menerimaku sebagai temanmu.</p>
<p>Dan sebagai ungkapan ketulusan niatku…<br />
sebuah hadiah kecil aku haturkan kepadamu.<br />
Aku tahu engkau begitu sibuk. Pagi memasak, menyiapkan hidangan.<br />
Siang melayani pelanggan yang beli (kadang termasuk aku, hehehe…)<br />
Sore berbenah. Pasti engkau senang kalau dagangan hari itu habis…<br />
Malam beristirahat dan bermimpi besok dagangan akan laris lagi…<br />
Tapi aku percaya, engkau akan menyisihkan sedikit waktu untuk<br />
membaca buku pemberianku ini.<br />
Aku berharap buku ini bisa engkau jadikan panduan<br />
dalam mencapai jatidirimu sebagai wanita muslimah…</p>
<p>Demikian, untaian kalimat yang bisa aku tuliskan saat ini,<br />
semoga engkau berkenan menerimanya.<br />
Andai memungkinkan, aku akan menulis lebih panjaaaaang  lagi…<br />
Tapi aku tak mau menyita waktumu lebih banyak lagi,<br />
Karena engkau perlu istirahat untuk<br />
menyongsong hari  esok yang lebih baik&#8230;<br />
Dan aku berharap:<br />
aku akan selalu melihat engkau tersenyum kepadaku…</p>
<p>Wassalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuh.</p>
<p>Nchus Assaini</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nchus.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nchus.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nchus.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nchus.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nchus.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nchus.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nchus.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nchus.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nchus.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nchus.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nchus.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nchus.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nchus.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nchus.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nchus.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nchus.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nchus.wordpress.com&amp;blog=1850346&amp;post=21&amp;subd=nchus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nchus.wordpress.com/2007/10/06/surat-cinta-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e84548ebcccb41ae8122bd83099d6cdd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nchus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Surat Cinta #1</title>
		<link>http://nchus.wordpress.com/2007/10/06/surat-cinta-1/</link>
		<comments>http://nchus.wordpress.com/2007/10/06/surat-cinta-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Oct 2007 09:38:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nchus</dc:creator>
				<category><![CDATA[SURAT CINTA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nchus.wordpress.com/2007/10/06/surat-cinta-1/</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta, 10 Mei 2005 Teruntuk : Ukhti Munawarah “Ana” Di Bumi Allah Assalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuh Segala puji bagi Allah Rabb semesta Alam, yang mempertemukan kita dalam iman-Nya. Sholawat dan salam terhatur kepada Rasulullah saw, kepada sahabatnya, keluarga dan tentunya kita sebagai ummatnya semoga di yaumil kiamah nanti kita mendapat syafaat darinya. Amiin. Ukhti yang di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nchus.wordpress.com&amp;blog=1850346&amp;post=20&amp;subd=nchus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta, 10 Mei 2005</p>
<p>Teruntuk :<br />
Ukhti Munawarah “Ana”<br />
Di<br />
Bumi Allah</p>
<p>Assalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuh</p>
<p>Segala puji bagi Allah Rabb semesta Alam, yang mempertemukan kita dalam iman-Nya. Sholawat dan salam terhatur kepada Rasulullah saw, kepada sahabatnya, keluarga dan tentunya kita sebagai ummatnya semoga di yaumil kiamah nanti kita mendapat syafaat darinya. Amiin.</p>
<p>Ukhti yang di rahmati Allah …<br />
Bagaimana kabarnya? Baik-baik saja khan! Alhamdulillah, begitulah ucapan syukur kita kepada Allah.</p>
<p>Pertemuan kita walaupun hanya melalu telpon adalah sebuah ikhtiar yang Insya Allah akan mendapat ganjaran yang berlipat dari Allah swt. Semoga.</p>
<p>Seperti yang telah saya utarakan kepda ukhti, tentang pernikahan, tentunya. Bahwa saya harus menunggu kakak saya terlebih dahulu menikah baru kemudian saya. Saya juga tidak tahu harus menunggu sampai kapan, 1, 2, 3 atau mungkin 4 tahun lagi. Saya sudah menanyakan kepada kakak secara pribadi; apakah sudah mempunyai persiapan untuk kesana atau dengan kata lain sudah sanggup untuk menikah, dan jawabnya adalah belum. Terus saya sudah mengutarakan juga, seandainya saya mendahului apakah boleh? Kakak saya hanya mengatakan “kalau bisa jangan, berilah saya kesempatan”.</p>
<p>Begitulah ukhti, saya juga menjadi bingung dan bingung, sampai sekarang pun belum ada titik terangnya dan keputusannya hanyalah saya harus menunggu kakak menikah terlebih dahulu. Lalu saya pun harus ikhlas dan legowo menerima semua ini, itung-itung saya mempersiapkan semuanya.</p>
<p>Nah, ukhti…..<br />
Saya merasa bersalah sekali dan tidak enak tentunya. Saya takut ukhti menunggu terlalu lama dan itu sangat tidak baik bagi seorang wanita. Saya hanya bisa ikhlas dan menerima apa adanya jika ukhti mencari dan menerima seseorang selain saya. Saya pun tidak akan marah atau benci, karena hal itu adalah ulah saya sendiri.</p>
<p>Sungguh, saya tidak bermaksud main-main menjalin hubungan dengan ukhti, tapi itu karena kaka dan keluarga melarang saya untuk menikah terlebih dahulu sebelum kakak menikah dan kakak saya sendiri belum mempunyai planning ke arah sana. Ini begitu dilematis bagi saya pribadi, entahlah apa yang harus ku lakukan saat ini. Saya hanya bisa minta maaf kepada ukhti, mungkin dalam hubungan kita ini walaupun hanya via telpon terdapat kesalahan dan khilaf. Dan saya hanya bisa pasrah dan ikhlas jika ukhti mencari seseorang selain saya. Maafkan saya, kita hanya bisa berusaha dan Allahlah yang menentukan semuanya, jika memang kita jodoh pasti Allah akan mempertemukan kita nanti. Insya Allah.</p>
<p>Ukhti…..<br />
Demikian yang ingin saya sampaikan dalam surat ini. Semoga ukhti mafhum dan mengerti akan keadaan saya sekarang ini. Do’a saya semoga ukhti mendapatkan seorang pendamping yang sholeh dan bertanggung jawab kepada keluarganya serta selalu memaafkan ukhti ketika khilaf dan begitu mencintai ukhti. Amiiin….</p>
<p>Sekian, salam untuk semuanya.</p>
<p>Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh</p>
<p>Nchus Assaini</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nchus.wordpress.com/20/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nchus.wordpress.com/20/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nchus.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nchus.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nchus.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nchus.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nchus.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nchus.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nchus.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nchus.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nchus.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nchus.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nchus.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nchus.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nchus.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nchus.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nchus.wordpress.com&amp;blog=1850346&amp;post=20&amp;subd=nchus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nchus.wordpress.com/2007/10/06/surat-cinta-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e84548ebcccb41ae8122bd83099d6cdd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nchus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bapak, Ibu dan Anak&#8230;</title>
		<link>http://nchus.wordpress.com/2007/10/06/bapak-ibu-dan-anak/</link>
		<comments>http://nchus.wordpress.com/2007/10/06/bapak-ibu-dan-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Oct 2007 09:37:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nchus</dc:creator>
				<category><![CDATA[CERPEN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nchus.wordpress.com/2007/10/06/bapak-ibu-dan-anak/</guid>
		<description><![CDATA[Dulu ketika saya berusia 10 tahun, saya selalu berfikir kenapa pak kondektur begitu nurut sekali kepada pak sopir padahal kalau saya pikir pak sopirlah yang harus tunduk kepada pak kondektur. tanpa kondektur mungkin pak sopir ga bakalan dapat penumpang atau sekalipun dapat pasti sedikit, disamping itu dengan pak kondekturlah arah mobil bisa terkendalai. Pak sopirkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nchus.wordpress.com&amp;blog=1850346&amp;post=19&amp;subd=nchus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Dulu</strong> ketika saya berusia 10 tahun, saya selalu berfikir kenapa pak kondektur begitu nurut sekali kepada pak sopir padahal kalau saya pikir pak sopirlah yang harus tunduk kepada pak kondektur. tanpa kondektur mungkin pak sopir ga bakalan dapat penumpang atau sekalipun dapat pasti sedikit, disamping itu dengan pak kondekturlah arah mobil bisa terkendalai. Pak sopirkan cuman duduk dan pegang kendali.</p>
<p>Aneh juga ya, sampai ingin sekali saya protes kepada pak sopir kalau pak kondektur tuh lebih tinggi darinya. Terkdang saya merasa jengkel ketika melihat pak sopir memarahi pak kondektur. Dalam hati berujar dialah lebih tinggi, tanpa dia kamu ga ada apa-apanya tapi kenapa kamu merasa sok tinggi.</p>
<p>Pertanyaan-pertanyaan itu selalu menghantui diriku samapi suatu hari-ketika saya sudah beranjak 24 tahun. Ternyata perasangka saya selama ini salah. ternyata memang pak sopirlah yang lebih tinggi dari pak kondektur. Memang pak kondektur yang menunjukan arah, yang memanggil dan mencari penumpang tapi dia tetaplah pak kondektur yang keberadaanya hanya sebagai pelangkap atau bisa dibilang partner lah gitu. pak sopirlah yang selama ini me-manage mobilnya sehingga kapan dan kemana ia harus mengendalikan arah mobilnya dengan baik. Dengan pak sopir sebagai &#8220;bapak&#8217; semua kendala-kendala yang selalu menghadang ketika dalam perjalanan ia hadapi dengan senyum dan kekuatannya.</p>
<p>memang kalau saya lihat pak soir hanya duduk diam di kursi sambil memegang kendali tapi taukah itu begitu berat bebannya ketimbang pak kondektur.</p>
<p>Sahabat,&#8230;</p>
<p>begitu juga dengan rumah tangga. karenanya tak heran Allah memberikan kelebihan kepada pria dibandingkan wanita. karena label &#8220;bapak&#8221; yang ia sandang sungguh sangat berat baginya. Jika boleh mengilustrasikan &#8220;bapak&#8221; dalam rumah tangga adalah seperti pak sopir tadi dan  pak kondektur adalah &#8220;ibu&#8221; yang notabene adalah istrinya. sedangkan penumpangnya adalah anak-anaknya.</p>
<p>Pak Sopir tahu dan mungkin tidak tau hendak kemana &#8216;penumpang-penumpang&#8217;nya akan pergi dan juga berhenti ketika mereka sudah naik kendarannya. tapi dengan kerendahan hati dan tanpa pamrih ia tetap akan mengantarkan penumpangnya itu kemana saja yang meraka mau.</p>
<p>Hasil kerja sama yang baik antara sopir dan kondektur tadi akan membuahkan kepuasaaan tersendiri bagi penumpangnya. ia akan dihormati di sayangi bahkan para penumpangnya akan merasa tenang ketika berada dalam naungannya.</p>
<p>Bapak dan ibu yang baik adalah selalu mendengar apa yang di resahkan oleh anak-anaknya. ia akan menuntun kemana anak-anaknya pergi. Hari-harinya hanya dipersembahkan untuk mereka.</p>
<p>Sahabat,<br />
saya dan juga anda kelak akan menjadi seorang bapak, marilah kita tuntun anak-anak kita menjadi anak yang sholeh dan sholehah tak lupa didik pula istri kita yang notabene adalah sang kondektur yang akan selalu membantu kita menghantarkan anak-anak ke tujuannya masing-masing.</p>
<p>Ingatlah bahwa ketika satu diantara kita (suami istri) sudah tidak saling menghormati maka malapetakalah yang akan terjadi. Karenanya dalam sebuah rumah tangga di tuntut sebuah kejujuran, kesiapan, keterbukaan dan tentunya saling menghormati. Karena tujuan pernikahan selain menambah keturunan juga adalah bagaimana kendaraan kita bisa tetap stabil dalam perjalanan. Stabil disini saya artikan mawadah, warrahmah.</p>
<p>Moga kita semua di tuntun Allah agar selalu tetap d jalan-Nya. amiin.</p>
<p>Met bahagia untuk kawanku yang baru saja melangsungkan pernikahan. Barakallahu laka wabaraka alaika&#8230;.. (kusnadi assaini)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nchus.wordpress.com/19/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nchus.wordpress.com/19/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nchus.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nchus.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nchus.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nchus.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nchus.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nchus.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nchus.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nchus.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nchus.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nchus.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nchus.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nchus.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nchus.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nchus.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nchus.wordpress.com&amp;blog=1850346&amp;post=19&amp;subd=nchus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nchus.wordpress.com/2007/10/06/bapak-ibu-dan-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e84548ebcccb41ae8122bd83099d6cdd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nchus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Burung Gagak itu bernama Aku</title>
		<link>http://nchus.wordpress.com/2007/10/06/burung-gagak-itu-bernama-aku/</link>
		<comments>http://nchus.wordpress.com/2007/10/06/burung-gagak-itu-bernama-aku/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Oct 2007 05:47:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nchus</dc:creator>
				<category><![CDATA[CERPEN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nchus.wordpress.com/2007/10/06/burung-gagak-itu-bernama-aku/</guid>
		<description><![CDATA[Aku adalah seekor gagak, kata orang rupaku jelek mungkin mereka hanya melihat penampilanku saja. Memang ku sedikit kuakui bulu-buluku hitam bahkan sampai badanku juga. Tapi kadang aku merasa aneh terhadap mereka yang mengatakan aku jelek padahal sebenarnya aku tidaklah begitu jelek. Aku pikir aku standar kok dengan kebanyakan burung gagak yang lain tapi toh kenapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nchus.wordpress.com&amp;blog=1850346&amp;post=17&amp;subd=nchus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Aku adalah seekor gagak,</strong> kata orang rupaku jelek mungkin mereka hanya melihat penampilanku saja. Memang ku sedikit kuakui bulu-buluku hitam bahkan sampai badanku juga. Tapi kadang aku merasa aneh terhadap mereka yang mengatakan aku jelek padahal sebenarnya aku tidaklah begitu jelek. Aku pikir aku standar kok dengan kebanyakan burung gagak yang lain tapi toh kenapa mereka masih mengatakan aku jelek.</p>
<p>“Cap’ yang mereka berikan kepadaku sebenarnya membuatkan down dalam menjalani hidup ini. Akibatnya sering terpikir olehku bisakah diri ini mencintai burung gagak betina yang aku cintai, akankah dia menerimaku dengan keadaanku seperti ini yang katanya aku jelek. Ah mereka selalu membuatku seperti ini, kenapa sih mereka selalu mengatakan aku jelek.  Hari ini aku akan mencoba bertanya kepada sahabat-sahabatku selain manusia karena manusia hanya melihat penampilanku saja tidak melihat dari sisi yang lainnya. Aku akan mulai bertanya kepada sahabat setiaku sang pohon nangka yang dahannya selalu aku hinggapi setiap pagi saat aku tatap mentari.</p>
<p>“Assalamu’alikum, pohon nangka yang baik,” sapaku pagi itu”. “Wa’alikum salam, sahabatku burung gagak yang gagah,” jawabnya dengan senyum khasnya. “Aku lihat wajahmu begitu muram, ada apakah gerangan apakah engkau sedang mempunyai masalah  yang berat wahai sahabatku,” lanjut pohon nangka sambil menatapku heran. “Begitulah sahabatku pohon nangka, hari ini aku begitu bingung dan agak down, aku juga belum menemukan jalan keluarnya sampai sekarang, aku bingung,” jawabku sambil kutatap sahabatku itu yang kulihat selalu tegap dan hidupnya penuh optimis. “Mungkin aku bisa membantumu mencarikan jalan keluarnya,” jawabnya menawarkan diri.</p>
<p>“Aku kan sahabatpun sejak engkau kecil, bahkan aku rela engkau selalu hinggap di dahanku ini walau kadang aku merasa pegal, beritahukanlah kepdaku dan mari kita carikan jalan keluarnya,” selanya meyakinkan aku yang dari tadi hanya termenung dengan tatapan kosong.  Aku terdiam, sebenarnya aku ingin mengungkapkan masalah ini padanya tapi aku begitu takut. Aku takut sahabatku itu akan mengatakan hal yang sama seperti manusia kebanyakan. “Sahabatku, mengapa engkau diam, tidakkah engkau mau membeitahukan masalahmu padaku?” tanyanya lagi. “Ah tidak sahabatku aku hanya takut engkau akan mengatakan hal yang sama seperti manusia mengenai diriku,” jawabku sedikit kaget.</p>
<p>“Percayalah sahabatku, aku akan memberikan yang terbaik buatmu,”jawabnya meyakinkan.  Kutatap sahabatku itu sehingga keraguan yang sempat muncul hilang lalu aku pun menceritakan masalah yang sedang aku hadapi saat ini. “Bagaimana menurutmu wahai sahabatku pohon nangka, apakah yang manusia katakan kepadaku itu benar adanya?” tanyaku kemudian. Kulihat sahabatku itu terdiam entah apa yang sedang dipikirkannya sesekali dia melihat dan menatapku seolah-olah sedang memperhatikan seluruh tubuhku. “Sebenarnya memang engkau hitam tapi tidak jelek karena memang Allah menciptkaanmu seperti itu, aku yakin ini semua ada maksudnya. Aku yakin Allah menciptakan mahluknya dengan sesempurna mungkin hanya saja kadangkala kita tidak mau menerimanya ketika dihadapkan pada keadaan seperti sekarang ini,” jawabnya dengan penuh perhatian. “Engkau jangan berpikir dangkal, biarkanlah mereka mengatakan engkau jelek, tapi yakinlah bahwa dibalik itu semua ada sebuah pelajaran yang sangat berharga.” Jawabnya lagi sambil memegang pundakku yang dari tadi hanya diam.</p>
<p>“Tapi karena ucapan itu membuat aku down bahkan aku tidak bergairah hidup, kamu kan tahu aku begitu perasaan dalam hal ini,” selaku tidak terima. “Aku mengerti perasaanmu, tapi jika engkau seperti ini terus engkau malah akan tersiksa dengan perasaanmu sendiri, saranku biarkanlah dan balaslah mereka dengan perbuatan yang baik niscaya engkau akan disukai mereka. Aku yakin walaupun engkau dikatakan jelek tapi hatimu baik itu lebih utama ketimbang wajahmu bagus tapi hati kamu kotor seperti lumpur.” Jawabnya lagi.  Kali ini aku merasa agak sedikit terhibur.  “Tapi sahabatku, aku sering sekali ingin mencintai wanita yang aku cintai tapi mereka tidak menerimaku, bukankah itu karena wajahku.” Tanyaku kembali. “Mungkin iya, mungkin tidak.” Jawabnya. “Maksudmu?” tanyaku bingung.</p>
<p>“Begini sahabatku, mungkin iya, karena tidak semua wanita mau mempunyai pendampingnya yang jelek, dengan mempunyai pendamping yang gagah dan cakep mereka akan merasa bangga dan tidak di remehkan oleh teman-temannya. Tapi, sahabatku tipe wanita seperti ini bukanlah tipe wanita yang perlu engkau jadikan pendamping karena kebanyakan wanita jenis ini kehidupannya tidak bahagia. Karena mereka selalu merasa takut kekasihnya akan selingkuh dengan wanita lain atau mungkin dia tidak selingkuh tapi pastilah wanita kebanyakan akan memburunya. Begitulah sahabatku, jika kita memilih penampilannya saja dengan tidak melihat hatinya dikemudian hari akan berakibat sengsara.</p>
<p>Bukankah pernah engkau mendengar syair yang berbunyi;   “Engkau menyangka pemuda kurus tidak berdaya,            padahal ia buas bagai serigala yang siap memangsa. Engkau mengagumi pemuda yang tampak gagah,     Namun akhirnya engkau tertipu oleh penampilannya.”  Sedangkan tidaknya adalah barangkali dia belum mau mempunyai kekasih yang selalu mendampinginya. Mungkin juga dia belum mau hatinya terikat, dalam kata lain dia ingin bebas dulu. Sahabatku, berbaik sangkalah, mungkin Allah belum memberikan engkau pendamping yang engkau dambakan. Jangan berperasangka buruk, berusahalah menjadi yang terbaik suatu saat nanti Insya Allah pasti engkau akan mendapatkan wanita yang engkau cintai,” jawabnya dengan tenang dan begitu serius.</p>
<p>Sebenarnya aku sedikit terhibur dengan ucapan sahabatku itu, tapi jika aku mendengar kata-kata itu lagi maka hatiku akan down. “Ya sudahlah aku akan mencobanya untuk tidak mendengarkan mereka, aku akan mencoba hidup penuh optimis,” jawabku mantap. “Nah begitu dong itu baru sahabatku dan ingat jadilah engkau tuli ketika mendengar kata-kata seperti itu.” Selanya kemudian.  Akhirnya ku pun pamit kepada sahabtku itu sambil kuucapkan terima kasih atas sarannya lalu aku pun terbang dengan sedikit harapan di dadaku.</p>
<p>****</p>
<p><strong>Hari</strong> sudah mulai siang, perutku pun mulai lapar. Tak terasa aku sudah berjam-jam melayang diangkasa. Ku lihat di bawah sana segerombolan kijang sedang meneduh di pohon cemara yang rindang, nampaknya mereka begitu menikmati hari-harinya. Segera aku menikuk kebawah dan kuhampiri seekor kijang yang rupanya sedang mengasingkan diri.</p>
<p>Kijang itu begitu indah dengan tanduk yang bercabang dan badannya sangat tegap sehingga orang melihatnya pasti terpesona. “Assalamu’alaikum, “ sapaku setelah aku berada di sampingnya. “Wa’alikum salam, oh kamu burung gagak,” jawabnya cuek. “boleh aku ikut duduk di sini,” pinta ku sopan. “Oh ya, silahkan.”jawabnya singkat.   “Dari mana saja kamu wahai gagak aku baru melihatmu hari ini, biasanya kamu sudah ada di pohon ini sebelum aku dating,” tanyanya kemudian. “Ah, aku tidak dari mana-mana, aku baru saja terbang kesana kemari sambil melihat suasana alam,” kataku menjelaskan. (BERSAMBUNG&#8230;)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nchus.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nchus.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nchus.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nchus.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nchus.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nchus.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nchus.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nchus.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nchus.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nchus.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nchus.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nchus.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nchus.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nchus.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nchus.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nchus.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nchus.wordpress.com&amp;blog=1850346&amp;post=17&amp;subd=nchus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nchus.wordpress.com/2007/10/06/burung-gagak-itu-bernama-aku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e84548ebcccb41ae8122bd83099d6cdd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nchus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku dan diriku</title>
		<link>http://nchus.wordpress.com/2007/10/06/aku-dan-diriku/</link>
		<comments>http://nchus.wordpress.com/2007/10/06/aku-dan-diriku/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Oct 2007 05:46:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nchus</dc:creator>
				<category><![CDATA[CERPEN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nchus.wordpress.com/2007/10/06/aku-dan-diriku/</guid>
		<description><![CDATA[Aku adalah seekor burung pipit. Rupaku begitu elok dengan ditumbuhi bulu-bulu yang beragam warna sehingga terlihat aku begitu sempurna ditambah aku sangat supple dalam pergaulan. Tak heran banyak burung pipit jantan yang mendekatiku untuk meraih cintaku. Setiap pagi kala mentari muncul aku selalu menyambutnya dengan suaraku yang merdu. Aku sangat bersyukur kepada Allah karena aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nchus.wordpress.com&amp;blog=1850346&amp;post=16&amp;subd=nchus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Aku adalah seekor burung pipit.</strong> Rupaku begitu elok dengan ditumbuhi bulu-bulu yang beragam warna sehingga terlihat aku begitu sempurna ditambah aku sangat supple dalam pergaulan. Tak heran banyak burung pipit jantan yang mendekatiku untuk meraih cintaku. Setiap pagi kala mentari muncul aku selalu menyambutnya dengan suaraku yang merdu. Aku sangat bersyukur kepada Allah karena aku diberikan bentuk yang sempurna ini, karenanya aku selalu mengucapkan alhamdulillah ketika aku bercermin.</p>
<p>Begitu juga aku selalu mengucap istighfar karena dengan wajahku yang elok ini aku sering mendapatkan banyak cobaan. Hingga kutuliskan ini aku pun sedang dalam cobaan yang membuat aku sangat bingung. Kadang aku tidak memikirkannya tapi ketika aku teringat maka muncul kembali cobaan tersebut, ya Allah aku begitu bingung.</p>
<p>Baiklah aku akan ceritakan padamu tentang cobaan itu: “Aku sekarang sedang mencintai seekor burung yang begitu menawan hatiku tapi persoalannya burung pujaanku itu bukanlah dari golonganku dia adalah burung bangau. Menurut ajaran atau adat di golonganku bahwa sangat tidak dibolehkan aku menjalin hubungan dengan selain burung pipit dan saat ini aku telah menjalin cinta dengan burung bangau-yang bukan dari golonganku. Aku pernah mendengar dari seorang manusia ketika aku tak sengaja hinggap di salah satu masjid mereka bahwa Rasulullah pernah bersabda; jika engkau mengikuti adat istiadat/ajaran suatu kaum maka engkau sudah termasuk dari golongan mereka. Aku menjadi bingung dibuatnya padahal golonganku memegang ajaran seperti kebanyakan manusia pada umumnya yakni mereka meyakini Allah sebagai Tuhannya dan Rasulullah sebagai utusan Allah.</p>
<p>Aku pernah juga mendengar nasehat seorang kawanku ketika bertemu dengannya disuatu hari, dia berpesan agar aku memilih seorang pendamping kelak yang memenuhi criteria seperti ini:<br />
01. Seorang yang dengan ikhlas bersyahadat &#8216;la ilaha illallah muhammadur rasulullah&#8217;<br />
02. Seorang yang taat kepada Allah, kepada Rasulullah dan amir atau pemimpin2-nya<br />
03. Seorang yang taat kepada orangtuanya dan memperhatikan keperluan2 mereka<br />
04. Seorang yang kuat semangat juangnya dan banyak bermujahadah di jalan Allah<br />
05. Seorang yang yakin kepada janji2 Allah melebihi penglihatan dan pendengarannya<br />
06. Seorang yang senantiasa mengaitkan setiap amal perbuatannya dengan akhirat<br />
07. Seorang yang usaha dan kerjanya tidak melalaikan dirinya dari ibadah dan dakwah<br />
08. Seorang yang rumah pertamanya masjid dan rumah keduanya rumahnya sendiri<br />
09. Seorang yang menyukai musyawarah untuk menyelesaikan setiap masalahnya<br />
10. Seorang yang berani menyembelih hewan kurban / ternak dengan tangan sendiri<br />
11. Seorang yang tegar di siang hari dan menangis dalam munajat di malam harinya<br />
12. Seorang yang mampu menunaikan hutang, janji dan amanah2 yang dimilikinya<br />
13. Seorang yang mampu mengendalikan nafsu, syafwat, keinginan dan angan2-nya<br />
14. Seorang yang mampu memadukan kelembutan hati dan kekerasan pendiriannya<br />
15. Seorang yang mampu meredam amarah dan melupakan kesalahan2 orang lain</p>
<p>sebelum kami berpisah, kawanku itu berkata lagi yang membuat aku berpikir lebih keras, dia mengatakan; “Sungguh beruntung dan berbahagia engkau jika memiliki seorang saleh di sisimu. Sayangnya, sedikit sekali kita yang mau memahami dan mau menyadari hal ini. Subhanallah.”</p>
<p>Ya Allah, mengapa aku harus bingung tidakkah aku berpikir bahwa kebenaran itu telah nyata adanya-engkau telah buktikan bahwa yang hitam memang hitam dan putih ku lihat memang putih tapi mengapa sampai detik ini aku harus bingung, ya Allah berilah hamba ketabahan agar hamba bisa membedakan lebih jelas mana yang hitam (bathil) dan mana yang putih (yang Engkau ridhai).</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>Hari pun berlalu, hingga suatu hari aku kedatangan seekor burung pipit jantan. Kedatangannya tidak lain untuk mengatakan perasaannya pada diriku. Memang aku akui burung pipit jantan itu tidaklah elok namun kelebihan darinya adalah dia berasal dari golonganku dan sangat memegang teguh ajarannya. Aku ingin menerima cintanya tapi aku bingung karena aku sedang mencintai burung bangau itu. Kebingunganku semakin bertambah ketika burung pipit itu selalu menanyakan bagaimana jawabanku, dia bilang bahwa jawabanku itu dapat merubah hidupnya normal kembali walau jawabanku “TIDAK” sekalipun. Sebenarnya ingin rasanya aku mengatakan “TIDAK” tapi aku tidak bisa karena aku yakin ini adalah sebuah pilihan dari Allah yang memerlukan kejeliaan. Semenjak dia mengutarakan isi hatinya kepadaku, setiap hari aku selalu menerima pesan darinya yang membuatku banyak berpikir tentang arti hidup. Jika aku membaca pesan-pesannya ingin rasanya aku menerima burung pipit jantan itu tapi sekali lagi aku bingung karena aku juga mencintai burung bangau itu walaupun ia bukan dari golonganku.</p>
<p>Aku mengerti betapa dia (burung pipit jantan ) itu memerlukan jawabanku sebab aku yakin dia akan tersiksa dan mungkin selalu berharap-harap cemas menunggu jawabanku namun aku sampai saat ini belum memberikan jawaban itu.</p>
<p>Ya Allah apa yang seharusnya aku lakukan, apakah aku harus menerima cinta burung pipit jantan itu atau aku menolaknya? Berilah hamba sebuah keputusan yang membuat hati ini tenang. Jika aku selalu bersama burung bangau itu, lambat laun aku akan meninggalkan-Mu karena tidak mungkin dia akan mngingatkan ku ketika aku lupa/lalai tidak beribadah kepada-Mu. Ya Allah aku ingin selalu bersama-Mu, hamba ingin ketika bertemu dengan-Mu hamba dalam keadaan beriman. Ya Allah berilah hamba petunjuk…..</p>
<p>Dan aku pun menangis dalam hati aku berkata; “wahai engkau burung pipit maafkan aku yang telah membuat hatimu menunggu, ingin rasanya aku mengatakn itu namun aku tidak bisa untuk saat ini-karena aku bingung. Bersabarlah, jika memang kita jodoh pastilah kita akan bersatu kelak. Bersabarlah, kelak aku akan menjawabnya……. Namun selama engkau menunggu jawabanku mohon jangan bosan engkau memberikan nasehat-nasehat itu sehingga aku dapat selalu beribadah kepada Allah swt.</p>
<p>(kusnadi assaini)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nchus.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nchus.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nchus.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nchus.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nchus.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nchus.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nchus.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nchus.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nchus.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nchus.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nchus.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nchus.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nchus.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nchus.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nchus.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nchus.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nchus.wordpress.com&amp;blog=1850346&amp;post=16&amp;subd=nchus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nchus.wordpress.com/2007/10/06/aku-dan-diriku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e84548ebcccb41ae8122bd83099d6cdd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nchus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berkatalah yang Baik</title>
		<link>http://nchus.wordpress.com/2007/10/06/berkatalah-yang-baik/</link>
		<comments>http://nchus.wordpress.com/2007/10/06/berkatalah-yang-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Oct 2007 05:45:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nchus</dc:creator>
				<category><![CDATA[CERPEN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nchus.wordpress.com/2007/10/06/berkatalah-yang-baik/</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari ustadz ane mengumpulkan kami di suatu tempat yang agak gelap. Setelah kami duduk di masing-masing kursi. Ustadz kami tersebut mengambil 2 gelas air putih. Kemudian beliau berujar: “Anak-anakku coba perhatikan kedua gelas berisi air ini, apa yang kalian lihat?” Kami agak kebingungan kenapa beliau bertanya seperti itu, apakah beliau buta lalu kami pun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nchus.wordpress.com&amp;blog=1850346&amp;post=15&amp;subd=nchus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu hari ustadz ane mengumpulkan kami di suatu tempat yang agak gelap. Setelah kami duduk di masing-masing kursi. Ustadz kami tersebut mengambil 2 gelas air putih. Kemudian beliau berujar: “Anak-anakku coba perhatikan kedua gelas berisi air ini, apa yang kalian lihat?” Kami agak kebingungan kenapa beliau bertanya seperti itu, apakah beliau buta lalu kami pun berujar serempak; “gelas berisi air putih.”</p>
<p>“Benar, apa yang kalian katakan tapi cobalah ambil satu dari gelas itu dan katakanlah air ini seperti berlian, cahayanya sungguh menakjubkan”, ujarnya serius. Lalu kami pun berteriak mengatakan apa yang disuruh beliau. Kemudian beliau menyuruh kami lagi mengambil gelas yang satunya dan kami disuruh berteriak bahwa air ini keruh, seperti air got, cahayanya pun pudar dan sangat tidak enak dipandang.</p>
<p>“Nah, kalian telah mengatakan hal yang berbeda terhadap kedua gelas ini, sekarang saya minta taruhlah kedua gelas ini di dekat cahaya lilin itu”. Sahut beliau kemudian. Kamipun segera memindahkan gelas tersebut disamping lampu lilin, tentu msih dengan hati bertanya-tanya. “Sekarang kalian perhatikan gelas yang kalian teriakin seperti berlian dan jangan lupa perhatikan juga gelas yang kalian teriakin seperti air got”. Ujarnya serius.</p>
<p>Kami pun memperhatikan kedua gelas tersebut, aneh bin ajaib dan sungguh sangat menakjubkan mata kami. Gelas pertama yang kami sebutkan seperti berlian sungguh telah mengeluarkan cahaya yang amat berkilau layaknya cahaya berlian hampir mata kami tak berkedip melihat kejadian itu. Lalu kami pun melihat gelas yang kedua dan sungguh menakjubkan pula gelas yang kedua ini sungguh nampak kehitam-hitaman sehingga terlihat cahaya yang agak buram.</p>
<p>“Kenapa bisa begitu ya ustdaz? Dengan serempak kami bertanya. Dengan senyum khasnya beliau bertutur; “Anak-anakku kedua gelas ini adalah sebuah perumpamaan yang baik dan buruk dari perkataan kita. Gelas pertama menggambarkan kepada kita tentang pentingnya memelihara perkataan yang baik dan berguna. Jika hari-hari kita dimulai dengan perkataan yang baik maka setiap perbuatan kitapun akan baik. Ingatlah tak ada perkataan yang disukai Allah kecuali perkataan yang baik.</p>
<p>Gelas kedua menggambarkan kepada kita tentang akibat buruk dari perkataan kita yang dimulai dengan perkataan yang tidak berguna. Jika hari-harimu di mulai dengan perkataan keluh kesah, selalu negatif maka setiap langkah dan perbuatanmu tidaklah akan berguna bagi dirimu bahkan bisa jadi engkau menjadi sampah di masyarakat. Karena itu, mulailah dengan perkataan baik dan hindari perkataan buruk. Karena sesungguhnya perkataan adalah implementasi dari niat. Jagalah hati dan lidahmu dari hal yang tidak berguna.</p>
<p>Nah, bagaimana dengan kita sekarang, apakah sudah memulai hari-hari dengan perkataan yang baik, Bismillahirahmanirrahim….</p>
<p>(kusnadi assaini)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nchus.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nchus.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nchus.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nchus.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nchus.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nchus.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nchus.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nchus.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nchus.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nchus.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nchus.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nchus.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nchus.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nchus.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nchus.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nchus.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nchus.wordpress.com&amp;blog=1850346&amp;post=15&amp;subd=nchus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nchus.wordpress.com/2007/10/06/berkatalah-yang-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e84548ebcccb41ae8122bd83099d6cdd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nchus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Semua ada Hikmahnya</title>
		<link>http://nchus.wordpress.com/2007/10/06/semua-ada-hikmahnya/</link>
		<comments>http://nchus.wordpress.com/2007/10/06/semua-ada-hikmahnya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Oct 2007 05:43:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nchus</dc:creator>
				<category><![CDATA[CERPEN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nchus.wordpress.com/2007/10/06/semua-ada-hikmahnya/</guid>
		<description><![CDATA[Sore itu sengaja aku pulang agak sore, karena semua beban pekerjaan kantorku 80% sudah selesai. Kelelahan yang begitu sangat membuat aku memutuskan untuk pulang agak sore. Seperti biasanya, setelah aku parkirkan mobil di garasi aku selalu menuju pintu belakang namun hari itu ingin rasanya masuk daripintu depan dan akhirnya aku pun memberanikan diri untuk masuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nchus.wordpress.com&amp;blog=1850346&amp;post=14&amp;subd=nchus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sore itu</strong> sengaja aku pulang agak sore, karena semua beban pekerjaan kantorku 80% sudah selesai. Kelelahan yang begitu sangat membuat aku memutuskan untuk pulang agak sore. Seperti biasanya, setelah aku parkirkan mobil di garasi aku selalu menuju pintu belakang namun hari itu ingin rasanya masuk daripintu depan dan akhirnya aku pun memberanikan diri untuk masuk pintu itu. Aku ucapkan salam-terdengar jawaban dari dalam lalu aku pun masuk dan kulihat istriku sedang tiduran di sofa sambil nonton tv tanpa menghiraukan aku yang baru datang.</p>
<p>Suasana seperti ini sudah tidak aneh lagi karena sejak awal pernikahanku dengannya sampai sekarang suasana seperti sudah lazim dilakukan istriku. Saat berangkat kerja tak pernah diringi tatapan dan senyumannya, begitu juga ketika aku pulang tak ada sambutan hangat atau ucapan sepatah katapun dari istriku. Kehidupan keluarga kami layaknya seperti pertemanan, hanya ngobrol biasa-sampai cuci baju atau makan pun sendiri-sendiri. Entahlah apa yang menyebabkan ini semua bias terjadi, padahal sewaktu kami hendak menikah, kami saling mencintai dan sepakat untuk saling berbagai suka maupun duka. Aku mencium kening istriku pun baru sekali sewaktu akad nikah 3 bulan yang lalu.</p>
<p>Sebenarnya aku risih dengan keadaan seperti ini tapi kulihat istriku enjoy saja-seperti tak ada beban apa pun. Ku ucapkan salam sekali lagi dengan harapan istriku mau menengok dan mungkin menyambutku minimal dengan senyumnya. Usahaku sia-sia, dia hanya menjawab pelan dengan mata tetap tertuju pada tv. Aku pun bergegas ke kamar tak menghiraukannya lagi-dan memang itulah solusiku jika aku diperlakukan seperti itu-aku tak mau memperpanjang masalah ini karena aku begitu mencintainya dan aku berhusnudzon mungkin istriku belum sepenuhnya menicintaiku.</p>
<p>Keadaan ini berlanjut terus hingga tak terasa umur pernikahanku sudah 5 bulan lamanya, namun usahaku selama ini tak membuahkan hasil. Tetap saja istriku seperti itu tingkahnya; cuek, egois dan tak mau tau. Dan aku sendiri sudah pusing memikirkannya, anehnya juga aku tak berani membicarakn kepada kedua orang tuaku.</p>
<p>Hingga suatu hari aku terpaksa tak masuk kerja karena aku terkena penyakit tipes, badanku terasa lemas sekali. Seminggu aku dirawat di rumah sakit, namun tak satu orangpun dari keluarga istriku yang menjengukku bahkan istriku sendiri. Untungnya adik perempuanku ada di Jakarta sehingga dialah yang selalu mengurus diriku. Sempat adiku bertanya kenapa istriku tidak mendampinginya-aku hanya tersenyum dan aku jawab mungkin dia sedang sibuk lalu kupeluk adikku dengan penuh saying. Entahlah klw tidak ada adikku mungkin aku tak akan bias bertahan lagi mengingat penyakitku sudah begitu parah hingga berdiri pun aku tak mampu.</p>
<p>Setelah beberapa perawatan dan minum obat, alhamdulillah akhirnya aku bias sembuh dan bekerja kembali. Namun aku pun harus kembali ke rumah itu lagi bersama istriku yang super cuek, egois atau apalah gelar buat dia. Tapi aku berprinsip, biarlah istriku memperlakukan aku seperti itu, toh setiap ada waktu aku selalu memberikan nasehat dan semua perhatian aku tercurahkan untuknya walau kadang dia ga terima dan tentunya marah-marah tak karuan.</p>
<p>Siang itu jam 12.00 adikku menelpon mengabarkan bahwa istriku sekarang sudah di rumah sakit karena kecelakaan mobil. Rupanya tadi pagi sewaktu istri hendak pergi ke rumah orang tuanya mobilnya menabrak mobil lain dan mobil istriku rusak sedangkan istriku sendiri di kabarkan mengalami luka yang parah dan keadaanya koma.</p>
<p>Aku bergegas menuju ke tempat parkir dan langsung ke rumah sakit yang di sebutkan adikku. Sampai disana kulihat keadaan istriku benar-benar koma-muka sangat pucat sekali aku begitu iba melihatnya. Aku hampiri dia dan kupegang tangannya. Aku hanya bias menangis dalam hati.</p>
<p>Seminggu aku menemani istriku di rumah sakit, aku melayaninya dari makan, minum, dantikan pakaiannya hingga mandinya. Memang keadaannya begitu lemah sehingga ke kamar mandi pun harus aku papah-aku tak tega melihatnya. Itu semua aku lakukan karena aku begitu menyayanginya. Aku tak mau dia sendirian di rumah sakit ini. Setiap aku melakukan sesuatu untuk istriku dia hanya menatap aku dengan berlinang air mata. Entahlah apa yang sedang dipikirkannya. Dalam setiap sholat aku tak pernah lupa berdoa semoga istriku lekas sembuh.</p>
<p>Hingga akhirnya istriku bias pulang ke rumah karena keadaannya sudah agak membaik. Di rumahpun aku terus membantunya, menyuapinya, mengambilkan pakaiannya. Hingga istriku benar-benar sembuh total.</p>
<p>Kini aku begitu lega karena istriku sudah sembuh dan aku sudah mulai ke kantor lagi. Hingga suatu hari ketika aku pulang dari kantor dan setelah mobil aku masukkan ke garasi aku lihat istriku dating menyambutku dengan penuh senyuman. Oooh…..senyuman itu sudah lama aku nantikan-aku masih belum percaya apa yang aku lihat namun kulihat istriku mendekatiku dan langsung merangkulku. Dengan isak tangis dia bertutur memohon maaf atas semua kelakuannya terhadapku selama ini. Aku cium keningnya lalu aku katakana kepadanya untuk melupakan semuanya-yang lalu biarlah berlalu.</p>
<p>Kini kebahagian yang selama ini aku dambakan sudah aku dapatkan. Tak ada lagi ego, cuek dalam kelaurgaku dan sekarang aku begitu mencintainya seperti yang selama ini aku lakukan. (kusnadi assaini)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nchus.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nchus.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nchus.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nchus.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nchus.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nchus.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nchus.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nchus.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nchus.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nchus.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nchus.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nchus.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nchus.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nchus.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nchus.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nchus.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nchus.wordpress.com&amp;blog=1850346&amp;post=14&amp;subd=nchus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nchus.wordpress.com/2007/10/06/semua-ada-hikmahnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e84548ebcccb41ae8122bd83099d6cdd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nchus</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
